Monday, November 2, 2009

Pilihan pilihan

semalam saya pulang larut, sekitar jam 11 sampai rumah
zee pas bangun dari tidurnya, melihat saya dia langsung nangis
ungkapan marah rupanya..
saya gendong, masih marah
saya coba nenenin, masih marah juga
akhirnya saya bilang " zee, bune tau zee kesel karena bune pulangnya malam yaa,"
masih marah
saya gendong lagi, sambil bersenandung dan mengalihkan perhatiannya
dia tersenyum, lalu baru nurut untuk nenen.
tidak lama sambil kliyep-kliyep dia bobo
sepanjang malam, saya tidur miring
karena zee pengen nenen lama-lama sambil di dekap

pagi ini saya sengaja berangkat siang
bangun tidur, dia langsung tersenyum
sambil ngajak main " ciluuuk baaaa"
senyumnya lebar sekali, pegel linu rasanya hilang seketika
saya cium-cium dia, gendong sana sini
menikmati bau kecutnya di pagi hari
kenikmatan ini tiada tandingannya

saat makan, dia masih happy
begitu saya bersiap-siap, dia mulai cranky
kaki saya dipeluk, sambil menunjukkan wajah melas
begitu bersiap naik motor, dia lalu menangis
kembali saya bilang "zee, bune ngantor dulu ya, nanti sore bune pulang,"
meski tetap mau salim dan dadah
matanya masih gak rela saya pergi

kalau sudah begini,
rasanya ingin di rumah saja

saya membiasakan untuk berkomunikasi dengan jelas
mengafirmasi perasaannya, karena dia pasti frustasi belum bisa bicara
sejak awal, saya tidak pernah pergi diam-diam
saya selalu ajak zee ke depan rumah untuk melihat saya pergi
sampai umur 10 bulanan, dia masih haha hihi
excited lihat lampu mobil maupun motor di pagi buta
sampai sempet bikin saya sedih "kok dia gak kehilangan yaa?"

setelah satu tahun
saat emosinya semakin matang,
pergi kerja menjadi ritual yang mematahkan hati
tapi mata dan senyumnya itulah
yang membuat saya selalu ingin cepat pulang
(meski seringkali tidak bisa, karena pekerjaan menghadang)

Psikolog Mbak Romi pernah bilang
menjadi ibu bekerja adalah perjuangan
tidak mudah membagi waktu dan pikiran,
namun ada kata-katanya yang sampai saat ini saya ingat

"Jangan pernah bilang pada anak kita,
bahwa kita bekerja untuk dia, karena sesungguhnya kita bekerja untuk kita sendiri.
Kita bekerja karena kita memilih untuk bekerja,
karena kita butuh aktualisasi diri, dan itu tidak salah,"

Come to think about it,
betul juga, selain karena dengan bekerja saya mendapatkan uang
dan membantu ekonomi keluarga.
Alasan sesungguhnya saya bekerja adalah, karena saya butuh aktualisasi diri
biarlah kalau alasan itu memang klise, tapi nyatanya
saya memang menikmati betul, bertemu setiap hari dengan orang-orang yang inspiring
bergelut dengan kompleksitas, berakrab ria dengan target
sambil terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik lagi
karena saya percaya, cara ini membuat saya berkembang
dan juga membuat saya lebih bahagia.

Dan karena saya yakin, kalau saya bahagia zee juga akan lebih bahagia
Saya pikir, jika sesekali stress membagi prioritas itu wajar saja
manusiawi sebagai seorang ibu.

Menurut saya, jika kita memilih bekerja
kita juga harus menyiapkan supporting system yang baik
bersyukur saya masih memiliki kedua orang tua yang bisa diandalkan
meski kadang bentrok soal cara membesarkan anak
tapi sampai saat ini saya melihat
ketika zee tumbuh bersama kakek dan neneknya
dia menajdi pribadi yang berwarna, begitu hidup, dan bahagia

supporting system lainnya, adalah memilih pengasuh yang baik
saya selalu perhatian sama latar belakang sekolah pengasuh saya
dia lulusan SD atau SMA, menurut saya memiliki perbedaan besar
cara berfikir dan cara berkomunikasi pengasuh
akan juga berpengaruh terhadap anak,
sehingga untuk yang satu ini saya cukup pemilih
tak apalah saya merogoh kocek lebih banyak
demi mendapatkan pengasuh yang setidaknya mampu bekerja sama
dan mengerti visi saya sebagai seorang ibu

saya tau, tidak ada yang dapat menggantikan kehadiran peran seorang ibu
saya juga angkat topi tinggi, untuk para perempuan yang memilih menjadi full time mom
karena saya tau itu gak gampang,

sampai saat ini, menciptakan supporting system yang kondusif itu yang saya bisa
kalau stress melanda, paling curhat sama pakne
atau sama Allah, berdoa banyak-banyak
karena Allah Maha Tahu, Allah Maha Mengerti
Allah lebih tau diri saya, daripada saya sendiri
dan jika Allah memutuskan menitipkan Zee pada saya
itu pasti karena Allah percaya saya bisa menjaga gadis kecil saya itu

Semangat!

No comments:

Post a Comment